Cara Membaca Grafik Saham

Written By Amy on Rabu | 15.06



Harga historis suatu saham ditampilkan dalam bentuk grafik agar memudahkan investor membaca trend pergerakan harganya. Selain itu, pergerakan harga saham juga cenderung membentuk pola tertentu yang biasanya akan berulang di kemudian hari (history repeat it self).

Ada tiga jenis grafik yang paling populer, yaitu Line Chart, Bar Chart dan Candlestick Chart. Namun dari ketiga jenis grafik tersebut, Candlestick Chart paling banyak digunakan investor karena dari berbagai bentuk grafik dan formasi grafik yang tercipta menyimpan banyak informasi atau petunjuk yang penting untuk memprediksi arah gerak harga saham di masa mendatang.
Berikut adalah cara membaca candlestick chart:

Doji


Doji adalah salah satu bentuk candlestick yang cukup penting yang menunjukkan bahwa kekuatan permintaan dan penawaran mulai berimbang dan akan terjadi perubahan trend dalam jangka pendek. Namun indikasi tersebut hanya dapat terlihat mengikuti pergerakan harga sebelumnya sehingga Doji dalam bentuk tunggal tidak berarti apapun. Doji terbentuk ketika harga Open dan Close adalah sama atau hampir sama. Berikut beberapa variasi Doji:


Hammer
Hammer dan beberapa variasinya diinterpretasikan sama dengan Doji. Namun seperti halnya Doji, Hammer dalam bentuk tunggal tidak berarti apapun dan harus mengikuti pergerakan harga sebelumnya. Berikut adalah beberapa variasi dari Hammer:
Keberadaan Doji maupun Hammer beserta variannya akan berdampak pada perubahan trend harga pada kondisi seperti berikut ini: 

Support & Resistance
Posisi Doji, Hammer dan variannya dapat digunakan untuk mengidentifikasi level support dan level resistance seperti ditunjukkan pada gambar di atas. Jadi support bisa didefinisikan sebagai suatu level harga dimana permintaan cukup kuat untuk menahan berlanjutnya koreksi harga. Sebaliknya, resistance diartikan sebagai suatu level harga dimana penawaran cukup kuat untuk menahan berlanjutnya kenaikan harga. Selain Doji dan Hammer, dengan Trendline kita juga dapat mengi-dentifikasi keberadaan level support dan resistance.
Pada suatu ketika, support dapat berubah menjadi resistance dan sebaliknya, resistance dapat berubah menjadi support. Support berubah menjadi resistance ketika harga bergerak turun hingga menembus support. Dan ketika harga bergerak naik menembus resistance maka resistance tersebut kemudian berubah menjadi support.
 
Trendline
Trendline adalah salah satu teknik paling klasik dalam Technical Analysis yang sangat berguna untuk mengidentifikasi keberadaan support dan resistance. Cara menarik Trendline cukup mudah. Pada kondisi uptrend, tarik garis yang menghubungkan minimal dua titik terendah harga (lowest price). Dan tarik garis yang menghubungkan minimal dua titik tertinggi harga (highest price) pada saat downtrend. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Follower